Museum Kesehatan Jiwa, Malang


Malang boleh berbangga karena telah menjadi kota pertama yang memiliki museum kesehatan jiwa pertama di Indonesia. Museum kesehatan jiwa ini terletak di Rumah Sakit Jiwa Dr. Rajiman Wedionongrat atau yang lebih dikenal dengan RSJ Lawang. Museum Kesehatan Jiwa ini mulai dibuka pada tanggal 23 Juni 2008 dan peresmiannya dilakukan oleh Dirjen Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Bapak Farid W. Husain.

Di tempat ini pengunjung bisa menyaksikan sejarah Rumah Sakit Jiwa Dr. Rajiman Wedionongrat yang telah berdiri sejak tahun 1902 melalui berbagai foto dan gambar yang sekalipun sudah tua usianya namun tetap terawat dengan baik sehingga pengunjung bisa menyaksikan dengan jelas gambar-gambar yang dipamerkan.

Selain itu terdapat pula koleksi-koleksi berbagai jenis peralatan medis yang digunakan pada masa itu seperti Hydrotherapy (bak air yang digunakan untuk merendam pasien gangguan jiwa dengan air hangat selama beberapa jam untuk meredakan perasaan gelisahnya), straitjacket (sejenis pakaian yang dikenakan pada pasien yang sangat gelisah sehingga berbahaya bagi dirinya sendiri maupun bagi lingkungannya), kayu pasung untuk menahan penderita gangguan jiwa, dan masih banyak lagi berbagai peralatan medis khusus untuk penderita gangguan jiwa.

Disamping itu, masih ada pula berbagai peralatan medis lainnya yang sebenarnya tidak berhubungan sama sekali dengan metode penanganan pasien gangguan jiwa, tetapi juga pernah dipergunakan pada Rumah Sakit Jiwa Dr. Rajiman Wedionongrat. Peralatan-peralatan tersebut antara lain seperti Gergaji tulang, pisau pemotong tulang, gergaji tengkorak, alat centrifuge, dan beberapa alat lainnya. Keberadaan alat-alat medis ini mengindikasikan bahwa sebenarnya Rumah Sakit Jiwa Dr. Rajiman Wedionongrat juga pernah dipergunakan untuk melayani penderita penyakit-penyakit yang sama sekali tidak berhubungan dengan penyakit kejiwaan. Hal ini bisa dimaklumi karena Rumah Sakit Jiwa Dr. Rajiman Wedionongrat yang saat ini berusia 107 tahun tentu saja juga menjadi saksi dalam perjuangan pasukan NKRI dalam melawan pendudukan bangsa asing sehingga tidak menutup kemungkinan Rumah Sakit Jiwa Dr. Rajiman Wedionongrat dijadikan sebagai basis perawatan medis bagi para prajurit yang terluka.

Bagi perkembangan ilmu medis, tempat ini juga sangat bermanfaat. Di tempat ini para siswa maupun mahasiswa yang bergelut dengan dunia medis bisa menyaksikan banyak alat peraga kedokteran seperti janin yang diawetkan dalam sebuah botol dan alat-alat medis lainnya.

Bagi pengunjung yang tertarik untuk mengenal para pendahulu yang telah berjasa terhadap dunia kedokteran dan dunia psikologi serta psikiatri, pengunjung juga bisa menyaksikan barisan foto-foto para menteri kesehatan sejak era kempemimpinan Bung Karno hingga kepemimpinan Presiden SBY serta foto-foto para ahli yang telah turut berjasa dalam mengembangkan dunia psikiatri.

Yang cukup menarik, di bangunan bagian dalam kita juga akan menemukan beberapa karya seni pasien RSJ yang tak kalah menarik dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki masalah gangguan mental. Hal ini mengindikasikan bahwa sebenarnya para penderita gangguan mental ini memiliki potensi yang positif, hanya saja untuk mengembangkannya perlu diarahkan dengan benar. Untuk itu sangat perlu sekali bagi para penderita gangguan mental ini untuk memperoleh perhatian dan kasih sayang dari keluarga dan orang-orang terdekat sehingga mereka tidak merasa tersisihkan.

Bagi anda yang tertarik untuk mengunjungi tempat ini, saya sarankan untuk tidak datang pada hari sabtu, sebab museum yang terletak di Jl. Jend Ahmad Yani, Lawang ini hanya buka mulai hari Senin hingga hari jumat dan hanya terbatas pada jam-jam kerja saja.

Nah, tentunya tempat ini bisa menjadi alternatif tujuan wisata baru bagi anda sekeluarga sambil memberikan pelajaran dan pengetahuan baru bagi putra-putri anda. Selamat jalan-jalan!

salah satu koleksi janin yang diawetkan dalam sebuah toplesjanin

6 thoughts on “Museum Kesehatan Jiwa, Malang

  1. seandainya museum tersebut diperlebar dan koleksinya ditambah, setuju tidak????? seandainya museum tersebut dibuatkan pada bangunan yang berstandar museum gmn??? atau tetap pada bangunan yang sudah ada???? plisss jawab ke email nia_niu88@yahoo.com. terima kasih sebelumnya

    • kalau memang pihak Rumah sakit mampu, kenapa tidak? saya pikir museum ini bisa menjadi salah satu tujuan wisata yang cukup menarik. Mengenai bangunannya, saya pikir juga sudah cukup representatif, hanya saja saya masih belum mengerti bagaimana standar sebuah museum yang sebenarnya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s