Pelangi Hitam Putih


Hujan akan segera berhenti,saat ini sang langit hanya menyisakan rintik-rintik halus yang membentuk tirai-tirai lembut di tepian cakrawala..

Aku segera terbangun dari tidur malamku ketika hangatnya sinar matahari menembus masuk melalui celah-celah jendela kamarku.

Hangatnya sinar itu membuatku segera berlari menuju seberang ruang kamarku dan membuka lebar-lebar jendela kamarku agar udara segar segera menggantikan pengap di setiap sudut ruangnya.

Ketika kubuka jendelaku,sontak udara segar memenuhi seisi kepalaku,dan cahaya matahari mencairkan otakku yang hampir membeku..Betapa indahnya pagi ini..

“pasti hari ini akan menjadi hari yang sempurna!”

begitu teriakku dalam hati..

Namun sepertinya ada yang kurang,apakah itu?Lalu aku biarkan pikiranku terbang kemana-mana mencari jawabnya..

“Ya,seandainya ada pelangi pagi ini,pasti semuanya akan semakin sempurna..”

teriakku kegirangan ketika pikiranku kembali sambil membawa jawabannya..

Lalu segera kupakai sepatu dan sayapku yang semalaman tergeletak di lantai.Aku akan menemui matahari dan mendesaknya untuk membangunkan pelangi..

Secepat kilat aku terbang melalui jendela kamarku dan tiba-tiba aku sudah berdiri tepat di hadapan sang matahari..

“wahai engkau yang diberi kuasa untuk membagi sinar dan hangatmu pada seluruh makhluk,bagaimana kabarmu?”

demikian aku mengucapkan salamku pada matahari..

“Aku masih tetap setia disini dengan tugasku membagikan kehidupan pada seluruh makhluk,dan aku akan tetap setia sampai selamanya.”

“tapi,apa yang membuatmu terbang kesini sepagi ini wahai anak muda?Bahkan mukamu pun belum kau basuh.”

“Oh matahari,aku sengaja datang kemari sepagi ini untuk meminta sesuatu padamu,dan kiranya engkau berkenan mengabulkannya.”

“apakah itu gerangan wahai anak muda? Katakanlah..”

“Matahari,pagi ini aku terbangun dengan penuh semangat karena ketika aku terbangun aku melihat hari begitu indah,ada gerimis yang membentuk tirai-tiRai halus di tepian cakrawala,ada udara segar yang memenuhi seisi ruanganku,dan cahayamu yang hangat menyentuh permukaan kulitku dengan lembut.”

“hmm,benarkah itu?Lantas apakah ada yang salah sehingga engkau berniat memintanya dariku sepagi ini?”

“Tidak,sama sekali tidak ada yang salah dengan itu semua.Hanya saja aku merasa hari ini akan semakin sempurna seandainya ada pelangi,namun aku tak melihatnya pagi ini.Jadi bolehkah aku memintamu untuk membangunkan pelangi?”

“ouh,jadi itu maksud kedatanganmu kemari!Hai anak muda,layangkanlah pandanganmu ke timur jauh sana,tidakkah kau melihat pelangi sudah melayang-layang dengan elok di atas cakrawala?Bukalah matamu!”

lalu kupicingkan mataku menatap ke timur cakrawala jauh,dan samar-samar aku melihat sebuah busur raksasa menggantung di atas awan.

“aha,itulah pelangi!” teriakku kemudian.

“Tapi tunggu dulu,pelangi ini sama sekali berbeda dengan pelangi yang biasanya!Biasanya pelangi selalu memakai gaunnya yang berwarna-warni.Namun kali ini dia berwarna hitam putih seolah sedang berduka,ada apa gerangan yang terjadi?”
tanyaku pada matahari dengan rauT muka menunjukkan keheranan..

“hey anak muda,cobalah buka matamu lebih lebar lagi.Seandainya saja kau mau berdiri lebih dekat lagi dengan pelangi itu,maka kau akan melihat dia dengan warna-warnanya yang sempurna! Ketahuilah,bahwa pelangi itu akan senantiasa memakai warna-warna indahnya,dan tak akan pernah menjadi pelangi hitam putih.Yang membuatmu melihatnya seolah-olah berwarna hitam putih adalah hatimu sendiri!”

“apa maksudmu matahari?”

“Maksudku adalah,kesempurnaan yang engkau harapkan muncul setiap pagi,sebenarnya telah tersedia dihadapanmu,yaitu kesempurnaan yang diberikan oleh warna-warna pelangi.Hanya saja kau tak pernah mau mendekat padanya dan melihat warnanya dari dekat.. Kamu hanya sibuk dengan hitam putihnya duniamu sendiri Sehingga yang kau lihat hanyalah suramnya..”

“ouh,jadi itu maksudmu matahari?”

“iya,itulah yang kumaksud.Apakah kau sudah mengerti?”

“baiklah,aku mengerti.Kalau begitu ijinkanlah aku pergi sekarang ke rumahku dan mengemasi barang-barangku dan tinggal di tempat yang lebih dekat dengan pelangi sehingga aku bisa melihat warna-warnanya dan membuat hari-hariku kian sempurna..”

“baik,pergilah dirimu.Dan sampaikanlah salamku pada sang pelangi..Kembalilah kesini lain kali untuk berbincang-bincang denganku lagi..”

“baik matahari,terima kasih..Sampai jumpa..”

Lalu aku segera terbang lagi menuju kamarku dan tetap melalui jendela yang sama.Sesampainya disana,segera kukemasi barang-barangku dan terbang kembali ke arah timur dan mencari tempat yang lebih dekat dengan pelangi..

Tidak sulit bagiku menemukannya,karena ternyata ada banyak sekali tempat kosong yang bisa aku diami..

Setelah kudirikan rumah baruku,baru aku bisa melihat pelangi itu.Pelangi berwarna-warni..Dan bukan pelangi hitam putih..

Akupun menikmati kesempurnaan itu setiap pagi,namun sesekali aku masih mengunjungi matahari dan berbincang-bincang dengannya dan menikmati secangkir kopi..

“Malang,4 maret 2008 ; 22.30”

3 thoughts on “Pelangi Hitam Putih

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s