Menjelang 4 tahun tragedi Lapindo


Memprihatinkan! Memperingati 4 tahun tragedi lumpur Lapindo, sekelompok masyarakat yang tergabung dalam Komunitas Marjinal mengadakan Aksi mengenang 4 tahun tragedi Lapindo. Yang membuat hal ini menjadi memprihatinkan adalah tindakan aparat yang membubarkan aksi ini lantaran dianggap dapat mengganggu stabilitas politik nasional

Memang, saya sendiri hanya mengetahui berita ini dari media dan tidak menyaksikannya secara langsung. Namun bolehlah kiranya saya berasumsi dengan menggunakan setiap informasi dari media yang saya baca mengenai peristiwa ini dan menjadikannya sebagai dasar atas opini yang saya sampaikan.

Dari pemberitaan yang saya peroleh, disampaikan disana bahwa selain mengadakan aksi teatrikal, sekelompok anak muda yang tergabung dalam Komunitas Marjinal ini juga membagi-bagikan makanan kepada para pengunjung museum.

Lalu, dari manakah aparat kepolisian tersebut bisa mengatakan aksi ini bisa mengganggu stabilitas politik nasional? Apakah dari spanduk yang mereka pasang? Seandainya iya, bukankah spanduk-spanduk seperti itu telah cukup sering kita temui di sekitar wilayah Porong semenjak 4 tahun yang lalu? Dan bukankah selama itu juga suara mereka tak pernah didengar?

Sebagai masyarakat awam, bolehlah saya beranggapan bahwa tindakan yang dilakukan oleh kawan-kawan dari komunitas marjinal ini adalah semacam ”sesi curhat” mereka kepada masyarakat dan mungkin pemerintah tentang nasib mereka yang sampai sekarang masih digantung. Mereka mengeluh, mereka mengadu nasib, dan mengajak masyarakat untuk memikirkan kembali tentang nasib para korban lumpur Lapindo.

Aksi mereka adalah sebuah refleksi dari duka mereka yang kian dalam dari hari ke hari, perenungan terhadap masa 4 tahun lalu ketika mereka harus diusir dari tanahnya sendiri, perenungan terhadap masa kini dimana nasib mereka dibiarkan terkatung-katung tanpa ada jaminan yang pasti, dan perenungan terhadap masa depan yang masih buram dan gelap.

Ketika mengetahui dari media bahwa aparat membubarkan aksi ini, saya jadi bertanya, apakah setelah nasibnya dibikin terkatung-katung, mereka pun juga dilarang mengeluh? Tak bolehkah lagi mereka menangis? Karena tangis dan keluhan mereka akan mengganggu stabilitas politiik Nasional??

Maka, sangatlah wajar bagi saya ketika masyarakat khususnya korban lumpur Lapindo tak lagi mempercayai pemerintah dan elite politik di negeri ini. Karena bagi mereka, pemerintah pun sudah tidak lagi bisa diandalkan, tidak lagi bisa dijadikan tempat curhat dan mengeluh, pemerintah tak lagi bisa mendengar suara hati para korban, tak bisa lagi menampung air mata yang mereka keluarkan..

Tiba-tiba saya menjadi kuatir, ketika perlahan-lahan kepercayaan masyarakat khususnya kaum marjinal terhadap pemerintah mulai luntur dan kemudian hilang sama sekali, mereka akan turun ke jalanan dan melakukan aksi-aksi yang lebih mengerikan, tak hanya mengganggu stabilitas politik nasional, tapi lebih dari itu, semua tatanan budaya sopan santun, welas asih, peduli pada sesama, dan kemanusiaan akan terganggu, dan kemudian hilang. Saya tak bisa membayangkan ketika pada saatnya nanti, kaum marjinal akan membangun pengadilannya sendiri.. entah akan seperti apa jadinya.

Menjelang 4 tahun peringatan tragedi lumpur lapindo, Terdapat sekitar 70 ribu orang mengungsi, 12 ribu rumah tenggelam, ratusan hektar sawah masyarakat yang terendam dan rusak dan ribuan orang kehilangan mata pencaharian serta masih banyak lagi musibah, duka yang tidak dapat diceritakan. Menjelang 4 tahun peringatan tragedi lumpur Lapindo, semuanya masih menyisakan tanda tanya bagi korban yang mungkin sebagian besar sudah lelah dan bosan untuk memperjuangkan nasibnya. Menjelang 4 tahun peringatan tragedi lumpur Lapindo, apa kabarnya mereka yang menjadi korban kejahatan korporasi ini? Menjelang 4 tahun peringatan tragedi umpur Lapindo, apa yang saya, kamu, mereka, dan kita semua lakukan bagi nasib saudara-saudara kita??

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s