Mengangkat Druju lewat batik Malangan


Beberapa tahun lalu, nama Desa Druju mungkin masih belum begitu dikenal oleh masyarakat. Namun, kini nama kawasan desa druju telah menjadi cukup populer, khususnya sebagai pusat kerajinan batik malangan.

Hal tersebut tak lepas dari peran pasangan suami istri Eddy Subagyo dan Antik subagio sumardiyanti. Sejak tahun 2006, Pasangan ini mulai membangun usaha pembuatan batik yang mengkhususkan kreasi batiknya pada batik malangan.

menurut Antik subagio sumardiyanti, batik malangan memiliki perbedaan yang sangat mendasar bila dibandingkan dengan motif batik khas Jawa tengah. motif batik malangan lebih kontemporer yang salah satunya ditunjukkan dengan penggunaan warna-warna yang lebih variatif dan berani.

Selain itu, motif batik malangan diambil dari lingkungan sekitar dan kebanyakan diantaranya juga mengaplikasikan bentuk-bentuk yang menjadi simbol kota malang. Maka jangan heran apabila menemukan batik dengan motif singa di tempat ini, sebab singa memang identik dengan julukan warga kota malang dan aremania, singo edan. Beberapa motif lainnya seperti padma, sulur-suluran, kupu-kupu, dan berbagai jenis motif lain yang diambil dari alam, juga bida ditemukan di tempat ini.

Di tempat usaha yang diberi nama batik ANDIS ini, terdapat puluhan Pekerja yang kebanyakan di antaranya adalah kaum perempuan. para pembatik ini didatangkan langsung dari pekalongan, sebuah kota yang memang telah tersohor sebagai kota batik.

Ketika ditanya mengapa tidak mengembangkan usaha ini di dalam kota, yang notabene memiliki akses perekonomian yang lebih menguntungkan, menurut Antik hal tersebut memang tidak dilakukan sebab memang dirinya memiliki visi untuk menjadikan kawasan druju ini lebih dikenal masyarakat luas, yang pada gilirannya akan meramaikan kunjungan masyarakat luar ke tempat ini. Dengan demikian, geliat perekonomian masyarakat di druju juga diharapkan semakin meningkat.

Pembuatan batik di batik Andis hampir semuanya dikerjakan dengan metode tulis. Beberapa yang lainnya dikerjakan dengan metode kombinasi antara batik cap dan tulis. Yang cukup unik, dalam membatik, Andis batik tidak menggambarnya di atas permukaan kain kosong, akan tetapi dibatik di atas permukaan baju yang telah jadi. Dengan demikian motifnya selalu menyambung bahkan di Bagian samping, lengan, dan kerah baju.

Dengan metode yang cukup rumit ini, maka tak heran apabila harga yang dibandrol untuk setiap lembar baju batik bisa mencapai jutaan rupiah. Sebab, selain prosesnya yang cukup rumit, pembuatannya pun membutuhkan waktu yang cukup lama. Untuk menyelesaikan satu lembar pakaian batik, paling tidak dibutuhkan waktu 15 hari.

Namun, hal ini pulalah yg kemudian menjadikan batik andis menjadi kian populer, bahkan produk-produknya pun telah dipasarkan hingga ke luar negeri.

Ditengah ditetapkannya batik sebagai warisan dunia oleh Unesco,tentunya ada kebanggan bagi kita untuk melestarikan dan memakai batik. Bagi yang ingin berkunjung ke andis, datang saja ke dusun wonorejo, Rt.23 RW 5, desa druju, sumbermanjing wetan, kabupaten malang.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s