Untuk mas Wiji Thukul


Untuk Mas Wiji Thukul

Baru kemarin malam kuntuntaskan membaca sebuah drama

Hikayat seorang pujangga yang entah di mana kini dia ada

Pujangga yang tak jelas di mana pula pusaranya

Dia pernah ada waktu aku masih bocah ingusan berbaju putih merah

Dia pernah ada.

Sajak-sajaknya membela aku yang dulu belum tahu apa-apa.

Hai pujangga, bersembunyikah kamu?

Muncullah, meski cuma lewat sajak-sajakmu.

Kami yakin kamu tak akan membisu,

Ketika kedua anakmu harus dipimpin serdadu yang dulu menculikmu.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s