Plesir Hunter


pemenang kontes blog air asia indonesia
Poster pengumuman pemenang kompetisi blog 10 tahun AirAsia

Plesir Hunter. Julukan itu disampaikan seorang kawan saat kami sedang asyik menyeruput kopi di Malang, akhir pekan lalu. Dia menjuluki demikian setelah saya bercerita tentang hadiah liburan gratis ke Bali dari maskapai AirAsia Indonesia serta beberapa lomba menulis lainnya yang berhasil saya menangkan.

Yup, saya baru saja ketiban rejeki dan berhasil menempati peringkat ketiga dalam kompetisi blog dalam rangka 10 tahun maskapai tersebut. Selain berlibur ke Bali selama 3 hari 2 malam, panitia juga memberikan hadiah uang tunai Rp 5 juta.

Buat yang ingin tahu blognya, klik disini.

Kemenangan itu sebenarnya bukanlah yang pertama. Tahun lalu, lima lomba menulis berhasil saya menangkan. Kalau dihitung-hitung, total hadiah yang saya terima dari berbagai lomba itu cukup lumayan. Hampir-hampir mencapai Rp 25 juta.

Tulisan ini saya buat bukan untuk pamer. Saya hanya ingin mendorong pembaca yang memang doyan menulis, untuk tidak ragu-ragu menulis dan mengikutsertakannya ke dalam kompetisi-kompetisi menulis.

Kalau mau rajin searching di Google, banyak sekali ajang lomba menulis yang bisa diikuti. Hadiah yang ditawarkan juga bervariasi. Selain uang tunai dan merchandise, beberapa perlombaan juga menawarkan hadiah liburan gratis. Termasuk yang baru saja berakhir adalah kompetisi Blog AirAsia yang menawarkan hadiah liburan ke Nepal, Penang, dan Bali.

Saran serupa sudah saya sampaikan secara langsung kepada seorang teman baru di Facebook. Teman perempuan dari Medan itu tidak saya kenal sebelumnya. Dia mengundang saya untuk berteman di Facebook, sepekan setelah para pemenang kompetisi blog AirAsia diumumkan.

Teman yang usianya sedikit lebih muda itu meminta saya agar menyumbangkan tiket liburan ke Bali untuknya. Saat itu dia bilang sudah bertahun-tahun memendam keinginan untuk liburan ke Bali. Sebelumnya dia sudah menabung untuk memenuhi keinginan tersebut. Namun karena ada kebutuhan uang yang mendesak, uang tabungan itu pun terpakai. Alhasil, dia batal ke Bali hingga kini.

Saya salut pada keberaniannya untuk meminta langsung. Namun dengan berat hati permintaan itu saya tolak. Apa lagi penyebabnya kalau bukan karena saya memang juga sedang membutuhkan liburan.

Karena itulah saya menyarankan dia agar mengikuti berbagai lomba menulis berhadiah liburan. Kalau nasib memang sedang beruntung, liburan gratis pun bisa diraih.

Seperti kalimat ”Banyak Jalan Menuju Roma”, maka jalan untuk meraih liburan tidaklah sedikit. Menyisihkan sebagian uang untuk bekal berlibur ke tempat yang diidam-idamkan memang harus dilakukan. Tetapi kalau ada peluang berlibur gratis, kenapa tidak dimanfaatkan?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s