Ajak Dosenmu Ngopi


Saya sering iri melihat kawan-kawan membagikan foto-foto perjalanan mereka. Mendadak, dunia saya menjadi sempit, seukuran bola tenis.

Sudah menjadi kebiasaan. Setiap pagi, kepala langsung diajak berpikir untuk membuat berita apa hari ini. Berkejar-kejaran dengan waktu agar tidak terlambat tiba di kampus. Malam harinya, kembali terkungkung dalam kamar kos ukuran 2,5 x 2,5 meter.  Teratur.

Pun tiap kali ada kawan bertanya: “Ada rencana traveling kemana sebentar lagi?”

Jawaban saya selalu sama : “Rehat dulu. Tunggu selesai kuliah. Jadi, tidak lagi curi-curi waktu berburu tiket promo,”

Kalaupun melakukannya, bukan ke tempat-tempat yang jauh. Lagipula, bukannya Surabaya dan kota-kota di sekitarnya, masih punya banyak tempat bagus untuk disinggahi. Tidak perlu tiket pesawat, hotel untuk menginap, dan tidak perlu paspor.

Yah, bagi saya, berhenti sejenak melakukan traveling adalah keputusan yang saya buat sejak mengawali kembali kehidupan sebagai mahasiswa di kampus ini: Program Studi Magister Media dan Komunikasi Fisip Unair, Surabaya.

Prinsipnya, saya tidak lagi mau menyia-nyiakan waktu seperti saat masih mahasiswa S1. Kali ini harus lulus tepat waktu. Apalagi, kesempatan untuk mengecap kuliah S2 ini juga bisa saya dapat atas bantuan beasiswa dari negara. Jadi, tidak bisa saya sia-siakan.

Tetapi kehidupan kampus tidak membosankan amat. Sebaliknya, menarik.

Hal paling menarik dari tempat ini adalah mengenal dosen-dosen yang kompeten namun hidup dalam nuansa-nuansa yang egaliter. Bagi saya, para dosen ini bukan sosok-sosok menakutkan yang kerap ditampilkan dalam sinetron. Di kelas, kami berinteraksi layaknya dosen dan mahasiswa pada umumnya. Tetapi di luar, kami seakan tampak seperti orang-orang yang berkawan satu sama lain.

Sering sekali, kami duduk santai bersama di kantin sambil menyeruput segelas kopi yang harganya sama. Pembicaraan tidak lagi banyak seputar materi-materi kuliah, tetapi lebih banyak membicarakan hal-hal ringan yang tidak dibahas di kelas. Tidak jarang pula, dari obrolan-obrolan itu mengemuka ide-ide apa yang ingin kami buat di kampus. Salah satunya, baru akan kami wujudkan bulan depan. Yah, semoga saja tanpa kendala.

Sudah lewat setahun di kampus ini. Masih ada beberapa bulan lagi untuk menandaskan kewajiban-kewajiban akademik. Meski harus rehat dari agenda-agenda perjalanan demi itu, namun rupanya kehidupan kampus itu sendiri adalah sebuah perjalanan yang terlalu asik untuk dilewatkan hanya dengan kuliah, lalu pulang. Setidaknya, ajaklah dosenmu ngopi.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s